Sebagian Warga Grand Mutiara Residence Moncongloe “Mogok” Bayar Cicilan Rumah


Kurang Lebih 50 warga perumahan Grand Mutiara Moncongloe Maros (GMR) Mogok/Pending bayar Iuran/cicilan Rumah Akibat Tuntutan warga 3 bulan terakhir ini Menanyakan Legalitas Tanah Rumah yang di cicil dengan sistem Syariah itu tidak kunjung “Jelas” bahkan jawaban dari pihak A. Rahman Mannarai, SE sebagai pemilik Perumahan GMR tersebut diatas itu hanya janji –  janji yang sampai berita ini dinaikkan tak kunjung mau menemui warga sebagai pertanggung jawaban atas legalitas tanah yang warga tempati (rumah).
Hanya staf kantor yang nota Bene adik dri Owner GMR yaitu Ute dan Ono dan staf lainnya juga hanya memberi janji janji dengan jawaban yang tidak masuk akal bahwa legalitas sementara diurus sabar,apanya yang sabar ? Buktinya ada warga yg sdah lunas dan hampir lunas hingga sampai saat ini tidak ada legalitas tanah sudah segala cara warga tempuh baik secara kekeluargaan/mediasi dan juga somasi tdak ada juga Niat/Etikat baik dari Pemilik GMR (A.Rahman Mannarai.SE) bahkan ditlpn dan di chat tidak diangkat dan juga dibalas Chat WA hanya dibaca.
Yang ironis lagi seolah olah pihak Managemant/staf kantor GMR tidak mau tau apa hak dan kewajiban sesuai yang tertera di PPJB yang menurut penulis siktar 70 persen bahkan 80% isinya/klausulanya bertentangan dengan aturan Perundang undangan yang berlaku alias Batal Demi Hukum karena tidak sesuai Asaz dari Kesepakatan yang diperjanjikan sesuai Pasal 1320 KUHPerdata.
Dengan adanya mogok/pending cicilan tersebut diatas warga menghimbau agar pihak Kantor/staf ataupun Colektor jangan penagihan sebelum ada kejelasan kepastian Hukumnya karna warga sudah melaporkan hal tersebut diatas dan sementara dalam Penyelidikan Pihak Kepolisian Krimum Subdit 3 Unit Tahbang Polda Sulsel Melalui Kuasa Marzuki. Ham.
Semoga ada titik terang dan kejelasan tentang legalitas tanah warga GMR Moncongloe Maros yang sangat dirindukan warga.

Berita Terkait

Top